Memuat informasi akun yang sedang menggunakan aplikasi...
Modul 1 Foundation PSAK 241 — Agrikultur

Dasar Akuntansi Agrikultur

Sebelum membuat jurnal, peserta harus mampu mengidentifikasi substansi aktivitas, objek akuntansi, tahap siklus biologis, titik panen, dan kerangka pelaporan yang relevan.

Quiz Modul 1

Progress Saya

Login untuk menyimpan progress.

Learning Outcomes

Identifikasi objek

Membedakan aset biologis, produk agrikultur, tanaman produktif, persediaan, tanah, dan peralatan.

Memahami tahapan

Membedakan fase pertumbuhan, titik panen, serta tahap setelah panen.

Memilih standar awal

Mengenali hubungan PSAK 241 — Agrikultur, PSAK 216 — Aset Tetap, PSAK 202 — Persediaan, dan PSAK 113 — Pengukuran Nilai Wajar.

Professional judgment

Menghindari pencatatan otomatis sebelum substansi transaksi dan kerangka pelaporan ditentukan.

1. Aktivitas Agrikultur

Akuntansi agrikultur tidak ditentukan semata-mata karena sebuah entitas bergerak di bidang pertanian. Akuntan harus memahami aset hidup yang dikelola, transformasi biologis yang berlangsung, tujuan pengelolaan, dan produk yang dihasilkan.

Karena itu, satu entitas dapat mempunyai aset biologis, aset tetap, persediaan, tanah, input produksi, dan beban operasional secara bersamaan.

2. Peta Objek Akuntansi

Peta berikut dibuat untuk menjelaskan objek akuntansi pertanian secara operasional, bukan sekadar nama standar. Fokusnya adalah membantu peserta membedakan aset biologis, tanaman produktif / aset tetap, produk agrikultur pada titik panen, dan persediaan setelah panen.

Kasus / Objek Apa yang diakui Klasifikasi akuntansi Standar utama Penjelasan praktis
Tanaman jagung yang masih tumbuh di lahan Aset biologis
Seluruh tanaman jagung hidup sebelum panen. Contoh: batang, daun, tongkol yang masih melekat dan masih mengalami transformasi biologis.
Aset biologis PSAK 241 — Agrikultur Jagung adalah tanaman semusim. Karena belum dipanen, objek utamanya masih merupakan aset biologis. Untuk jagung, tidak ada pemisahan menjadi “tanaman produktif” seperti pada pohon sawit, teh, atau karet.
Jagung pada saat dipanen Produk agrikultur pada titik panen
Jagung hasil panen saat dilepas dari tanaman.
Produk agrikultur PSAK 241 — Agrikultur Standar agrikultur masih relevan pada titik panen. Setelah itu, perlakuannya berubah mengikuti standar persediaan atau standar lain yang relevan.
Jagung yang sudah dikeringkan dan disimpan di gudang Persediaan
Jagung pipilan / jagung kering yang siap dijual atau dipakai.
Persediaan setelah panen PSAK 202 — Persediaan Setelah panen, jagung tidak lagi diperlakukan sebagai aset biologis. Ia menjadi persediaan barang dagang, persediaan bahan baku, atau persediaan hasil panen.
Pohon kelapa sawit / pohon karet / tanaman teh yang berulang menghasilkan panen Tanaman produktif
Pohonnya sendiri.
Tanaman produktif / aset tetap PSAK 216 — Aset Tetap Objek ini bukan lagi aset biologis untuk tujuan PSAK 241. Pohon produktif diperlakukan sebagai aset tetap karena digunakan berulang untuk menghasilkan panen.
Tandan buah segar yang tumbuh pada pohon sawit / getah pada pohon karet / daun teh yang siap dipetik Produk agrikultur
Hasil yang tumbuh pada tanaman produktif.
Produk agrikultur PSAK 241 — Agrikultur Perlu dibedakan antara pohonnya dan hasil yang tumbuh pada pohon tersebut. Pohon sawit = PSAK 216; TBS yang dipanen = PSAK 241 pada titik panen.
Minyak sawit, teh olahan, jagung giling, pakan, gula dari tebu setelah diproses Persediaan / barang jadi
Produk setelah panen dan/atau setelah pengolahan.
Persediaan / hasil olahan PSAK 202 — Persediaan Begitu produk melewati titik panen dan masuk proses penyimpanan, distribusi, atau pengolahan, fokusnya berpindah ke persediaan.
Traktor, pompa, alat semprot, sistem irigasi Aset tetap non-biologis
Peralatan penunjang produksi.
Aset tetap PSAK 216 — Aset Tetap Bukan aset biologis dan bukan produk agrikultur. Ini adalah sarana produksi yang dipakai dalam operasi pertanian.
Benih, pupuk, pestisida, pakan, bahan pembantu Input produksi / persediaan
Stok bahan untuk proses budidaya.
Persediaan input PSAK 202 — Persediaan Walaupun dipakai dalam aktivitas pertanian, objek ini tidak menjadi aset biologis sampai benar-benar berubah menjadi tanaman/hewan hidup yang dikuasai entitas.
Tanah kebun / hak-guna lahan / lahan investasi Tanah atau hak atas penggunaan lahan. Aset tetap / properti investasi / hak-guna PSAK 216 / PSAK 240 / PSAK 116 Tanah bukan aset biologis. Perlakuan akuntansinya tergantung apakah tanah dipakai sendiri, disewakan, atau berupa hak-guna dari kontrak sewa.

Contoh operasional 1 · Jagung

  • Tanaman jagung yang masih tumbuh = aset biologis (PSAK 241 — Agrikultur).
  • Jagung saat dipanen = produk agrikultur pada titik panen (PSAK 241 — Agrikultur).
  • Jagung yang sudah dikeringkan dan disimpan = persediaan (PSAK 202 — Persediaan).
  • Tidak ada tanaman produktif dalam jagung semusim, karena tanaman jagung tidak digunakan berulang untuk panen bertahun-tahun.
Jadi, untuk kasus jagung, peserta harus membedakan fase hidup sebelum panen, titik panen, dan fase setelah panen.

Contoh operasional 2 · Kelapa sawit

  • Pohon kelapa sawit = tanaman produktif / aset tetap (PSAK 216 — Aset Tetap).
  • Tandan buah segar (TBS) yang tumbuh dan dipanen = produk agrikultur (PSAK 241 — Agrikultur).
  • TBS yang sudah dikirim ke pabrik atau minyak sawit yang sudah diolah = persediaan / hasil olahan (PSAK 202 — Persediaan).
Jadi, untuk sawit, peserta harus memisahkan pohonnya dari hasil yang tumbuh pada pohon tersebut.

Contoh operasional 3 · Karet / Teh

  • Pohon karet / tanaman teh produktif = aset tetap / tanaman produktif (PSAK 216 — Aset Tetap).
  • Getah karet / daun teh saat dipanen = produk agrikultur (PSAK 241 — Agrikultur).
  • Produk olahan karet / teh olahan yang siap dijual = persediaan (PSAK 202 — Persediaan).
Tanaman produktif menghasilkan panen berulang. Karena itu perlakuan untuk tanamannya berbeda dari hasil panennya.

Contoh operasional 4 · Peralatan dan input

  • Traktor, pompa, alat semprot, kandang permanen = aset tetap (PSAK 216 — Aset Tetap).
  • Benih, pupuk, pestisida, pakan = persediaan input produksi (PSAK 202 — Persediaan).
  • Tanah, hak-guna lahan, properti investasi mengikuti PSAK 216 / PSAK 240 / PSAK 116 sesuai substansi transaksi.
Tidak semua objek di usaha pertanian adalah aset biologis. Banyak objek sebenarnya merupakan persediaan biasa atau aset tetap penunjang.

Prinsip pembeda yang wajib dipahami peserta

  • Aset biologis = hewan atau tanaman hidup yang masih mengalami transformasi biologis.
  • Tanaman produktif = tanaman yang digunakan berulang untuk menghasilkan panen dan diperlakukan sebagai aset tetap, bukan sebagai aset biologis dalam PSAK 241.
  • Produk agrikultur = hasil panen dari aset biologis milik entitas pada titik panen.
  • Persediaan = hasil panen atau hasil olahan yang sudah melewati titik panen dan disimpan, dijual, atau diproses lebih lanjut.
  • Untuk menjawab soal atau menganalisis transaksi, peserta harus bertanya: objeknya apa, sedang pada fase apa, dan standar apa yang tepat untuk fase tersebut?
PSAK 241 — Agrikultur

Agrikultur

Digunakan untuk aset biologis dan produk agrikultur dalam ruang lingkup standar. Konsep pentingnya mencakup nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual.

PSAK 216 — Aset Tetap

Aset Tetap

Tanaman produktif yang memenuhi definisinya dikeluarkan dari PSAK 241 — Agrikultur dan mengikuti perlakuan aset tetap.

PSAK 202 — Persediaan

Persediaan

Setelah produk melewati titik panen, tahapan akuntansi persediaan menjadi relevan.

PSAK 113 — Pengukuran Nilai Wajar

Pengukuran Nilai Wajar

Memberikan kerangka pengukuran nilai wajar ketika standar mensyaratkan atau mengizinkannya.

3. Kerangka Pelaporan

Entitas pertanian tidak otomatis menggunakan satu kerangka pelaporan hanya karena bergerak pada sektor yang sama.

Modul 2 akan membahas pemilihan kerangka pelaporan secara khusus, termasuk SAK Indonesia, SAK Indonesia untuk Entitas Privat, dan SAK EMKM sesuai karakteristik entitas.

Concept Check

1. Jagung yang masih tumbuh merupakan?

2. Traktor menjadi aset biologis karena dipakai pada usaha pertanian.

3. Hasil panen yang telah disimpan untuk dijual memasuki tahap?

4. Langkah sebelum membuat jurnal adalah?

Integrifin Accounting Lab Assignment

Kasus awal menggunakan kebun cabai. Academy memberi data dan instruksi; peserta sendiri yang melakukan klasifikasi dan professional judgment di Integrifin Accounting.

Tugas

  1. Identifikasi aset biologis.
  2. Pisahkan hasil pada titik panen.
  3. Identifikasi persediaan setelah panen.
  4. Pisahkan tanah dan peralatan.
  5. Dokumentasikan alasan klasifikasi.
Buka Integrifin Accounting
Lab Assignment Academy tersedia. Workspace Integrifin Accounting belum diprovisi.

Assessment Modul 1

Quiz terdiri dari 20 soal. Nilai minimum penyelesaian Modul 1 adalah 70%.

Kunci jawaban tidak dikirim kepada browser sebelum peserta mengirim jawabannya.

Kerjakan Quiz