Modul 2

Audit Planning

Menyusun rencana audit berdasarkan pemahaman entitas, risiko awal, dan strategi audit.

Modul ini membahas audit planning, overall audit strategy, detailed audit plan, pemahaman entitas, preliminary analytical procedures, audit focus area, dan dokumentasi audit planning dalam Integrifin Lab.

Setelah menyelesaikan Modul 2, peserta mampu:

  1. Menjelaskan tujuan audit planning dalam audit laporan keuangan.
  2. Membedakan overall audit strategy dan detailed audit plan.
  3. Menjelaskan pentingnya pemahaman entitas dan lingkungannya.
  4. Mengidentifikasi informasi awal yang dibutuhkan dalam audit planning.
  1. Menjelaskan preliminary analytical procedures.
  2. Menentukan area audit utama berdasarkan risiko awal.
  3. Menyusun rencana audit awal berdasarkan profil klien.
  4. Mendokumentasikan audit planning dalam Integrifin Lab.

Struktur Modul 2

Subtopik Fokus Pembelajaran Output Peserta
Tujuan audit planning Mengapa audit perlu direncanakan sebelum prosedur dilakukan. Peserta memahami fungsi perencanaan audit.
Overall audit strategy Arah umum audit, ruang lingkup, timing, sumber daya, dan pendekatan audit. Peserta memahami strategi audit tingkat tinggi.
Detailed audit plan Prosedur audit yang lebih rinci untuk merespons risiko. Peserta memahami hubungan strategi dan prosedur audit.
Pemahaman entitas Industri, model bisnis, regulasi, struktur organisasi, dan sistem informasi. Peserta mampu mengumpulkan informasi awal klien.
Preliminary analytical procedures Analisis tren, rasio, dan fluktuasi akun pada tahap planning. Peserta mampu membaca sinyal risiko awal.
Audit focus area Penentuan area utama yang memerlukan perhatian audit. Peserta mampu menentukan prioritas audit.
Dokumentasi audit planning Pencatatan dasar pertimbangan auditor dalam rencana audit. Peserta mampu menyusun dokumentasi audit planning.

Ringkasan Materi Modul 2

1. Pengertian Audit Planning

Audit planning adalah proses menyusun strategi dan rencana audit sebelum prosedur audit rinci dilakukan. Perencanaan audit membantu auditor melaksanakan audit secara efektif dan efisien.

Audit planning bukan hanya aktivitas administratif. Audit planning adalah proses berpikir profesional untuk menghubungkan informasi klien, risiko awal, laporan keuangan, materialitas, dan prosedur audit.

2. Overall Audit Strategy

Overall audit strategy adalah arah umum pelaksanaan audit. Strategi ini menjawab pertanyaan besar mengenai ruang lingkup audit, waktu audit, tim audit, kebutuhan spesialis, lokasi penting, dan pendekatan audit.

Pada perusahaan properti, strategi audit biasanya memberikan perhatian khusus pada pendapatan, piutang, persediaan properti, biaya proyek, utang bank, dan transaksi pihak berelasi.

3. Detailed Audit Plan

Detailed audit plan adalah rencana prosedur audit yang lebih rinci. Jika overall audit strategy menjelaskan arah umum audit, maka audit plan menjelaskan prosedur apa yang akan dilakukan, kapan dilakukan, siapa yang melaksanakan, dan bagaimana prosedur tersebut merespons risiko.

4. Pemahaman Entitas dan Lingkungannya

Auditor harus memahami entitas dan lingkungannya sebelum menilai risiko. Pemahaman ini meliputi industri, model bisnis, sumber pendapatan, struktur organisasi, regulasi, sistem informasi, pengendalian internal awal, tekanan keuangan, dan transaksi signifikan.

Pada perusahaan properti, auditor perlu memahami kontrak penjualan, pengakuan pendapatan, biaya proyek, nilai persediaan properti, proyek tertunda, dan potensi sengketa hukum.

5. Preliminary Analytical Procedures

Preliminary analytical procedures adalah prosedur analitis awal pada tahap planning. Tujuannya adalah membantu auditor menemukan area yang mungkin mengandung salah saji material.

Contohnya adalah membandingkan pendapatan dengan tahun sebelumnya, membandingkan pertumbuhan piutang dengan penjualan, menghitung gross profit margin, current ratio, debt to equity ratio, serta membandingkan arus kas operasi dengan laba bersih.

6. Audit Focus Area

Audit focus area adalah area yang perlu mendapat perhatian utama dalam audit. Area ini ditentukan berdasarkan pemahaman entitas, hasil analisis awal, materialitas, dan risiko awal.

Area Alasan Risiko
Pendapatan Risiko pengakuan pendapatan terlalu dini.
Piutang usaha Risiko kolektibilitas dan aging piutang.
Persediaan properti Risiko penilaian dan impairment.
Biaya proyek Risiko kapitalisasi biaya yang tidak tepat.
Utang bank Risiko covenant dan going concern.
Transaksi pihak berelasi Risiko pengungkapan tidak lengkap.

7. Dokumentasi Audit Planning

Audit planning harus didokumentasikan. Dokumentasi menunjukkan bahwa auditor telah menggunakan pertimbangan profesional dalam menentukan ruang lingkup, pendekatan audit, area risiko, alokasi tim, dan prosedur awal.

Rencana Video Modul 2

Video 1

Mengapa audit planning penting.

Video 2

Overall audit strategy vs detailed audit plan.

Video 3

Memahami entitas dan lingkungannya.

Video 4

Preliminary analytical procedures dan red flags.

Video 5

Praktik Integrifin Lab: membuat audit planning awal.

Initial Audit Planning for PT Delta Properti Nusantara

Kasus Singkat

PT Delta Properti Nusantara telah diterima dengan syarat sebagai calon klien audit. Auditor sekarang harus menyusun rencana audit awal berdasarkan profil perusahaan dan data laporan keuangan awal.

  • Industri: properti dan konstruksi.
  • Tahun audit: 2025.
  • Pendapatan meningkat 32% dibanding tahun sebelumnya.
  • Piutang usaha meningkat 48%.
  • Kas operasi negatif selama dua tahun berturut-turut.
  • Persediaan properti meningkat signifikan.
  • Utang bank meningkat.
  • Manajemen meminta laporan audit selesai dalam satu bulan.
  • Direktur keuangan baru menjabat tiga bulan sebelum akhir tahun.
  • Dokumen kontrak belum seluruhnya tersedia.

Tugas Peserta

  1. Jelaskan informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memahami entitas.
  2. Identifikasi minimal lima area risiko awal.
  3. Tentukan preliminary analytical procedures yang perlu dilakukan.
  4. Susun audit focus area.
  5. Tentukan kebutuhan tim audit.
  6. Susun dokumentasi audit planning awal dalam Integrifin Lab.
Aspek Penilaian Bobot
Pemahaman entitas dan lingkungan 25%
Identifikasi area risiko awal 25%
Kualitas preliminary analytical procedures 20%
Kesesuaian audit focus area 20%
Kejelasan dokumentasi 10%

Latihan Soal Awal Modul 2

Soal 1

Tujuan utama audit planning adalah:

  1. Mengurangi seluruh risiko bisnis klien.
  2. Membantu auditor melaksanakan audit secara efektif dan efisien.
  3. Menggantikan prosedur substantif.
  4. Menentukan laba bersih klien.
Jawaban: B. Audit planning membantu auditor fokus pada area penting, mengatur sumber daya, dan merancang prosedur audit yang sesuai dengan risiko.

Soal 2

Overall audit strategy terutama berisi:

  1. Arah umum, ruang lingkup, timing, dan sumber daya audit.
  2. Jurnal penyesuaian audit.
  3. Surat konfirmasi piutang.
  4. Laporan laba rugi klien.
Jawaban: A. Overall audit strategy menentukan arah umum audit sebelum prosedur rinci disusun.

Soal 3

Detailed audit plan berbeda dari overall audit strategy karena detailed audit plan:

  1. Lebih rinci dan memuat prosedur audit yang akan dilakukan.
  2. Hanya dibuat setelah audit report diterbitkan.
  3. Tidak perlu didokumentasikan.
  4. Hanya digunakan oleh manajemen klien.
Jawaban: A. Audit plan menerjemahkan strategi audit menjadi prosedur audit yang lebih rinci.

Soal 4

Contoh preliminary analytical procedures adalah:

  1. Menghapus akun yang tidak material.
  2. Membandingkan rasio dan tren laporan keuangan antarperiode.
  3. Menerbitkan opini audit.
  4. Menyusun laporan keuangan klien.
Jawaban: B. Analytical procedures awal membantu auditor menemukan area yang mungkin mengandung salah saji material.

Soal 5

Pendapatan meningkat tajam tetapi kas operasi menurun dapat menunjukkan:

  1. Tidak ada risiko audit.
  2. Potensi risiko pengakuan pendapatan atau kolektibilitas piutang.
  3. Audit planning tidak diperlukan.
  4. Auditor harus langsung memberi opini wajar.
Jawaban: B. Kondisi tersebut dapat menjadi red flag pada tahap planning karena kenaikan pendapatan tidak didukung oleh arus kas operasi.

Audit planning menghubungkan informasi awal dengan strategi audit.

Perencanaan audit yang baik membantu auditor menentukan area risiko, prosedur awal, tim audit, dan pendekatan audit. Pada Modul 3, peserta akan masuk ke Risk Assessment secara lebih mendalam.